HARGA/NILAI TENGAH
HARGA/NILAI TENGAH
Harga atau nilai tengah memiliki
pengertian ukuran gejala pusat.
Istilah yang perlu dipahami
dalam materi ini ialah ,
Rata-rata
hitung adalah jumlah nilai data dibagi banyaknya data
Rata-rata
tertimbang adalah rata-rata yg memperhitungkan frekuensi tiap-tiap variabel: (Sfi
. xi ) / S fi
Rata-rata gabungan adalah rata-rata dari
beberapa sampel yg berbeda kemudian dijadikan satu : (Sni
.
i) / S ni
dimana nI = banyaknya
sampel masing-masing sampel dan
i =
rata-rata masing-masing sampel.
Rata-rata distribusi
frekuensi
-
Hampir sama dengan menghitung rata-rata
dari distribusi tunggal (rata-rata tertimbang) dengan menggunakan titik tengah
kelas

Rata
– rata ukur
-
Menghitung data yg memiliki perbandingan
berurutan tetap atau hampir tetap
|
No
|
Interval Kelas
|
Titik Tengah Kelas (Xi)
|
Frekuensi
(fi )
|
fi.xi
|
|
1
|
31 – 40
|
35,5
|
1
|
35,5
|
|
2
|
41 – 50
|
45,5
|
2
|
91,0
|
|
3
|
51 – 60
|
55,5
|
5
|
277,5
|
|
4
|
61 – 70
|
65,5
|
15
|
982,5
|
|
5
|
71 – 80
|
75,5
|
25
|
1887,5
|
|
6
|
81 – 90
|
85,5
|
20
|
1710,0
|
|
7
|
91 – 100
|
95,5
|
12
|
1146,0
|
|
|
Jumlah
|
|
80
|
6130,0
|
Modus
-
Untuk menyatakan fenomena yg paling
banyak terjadi atau paling banyak terdapat.
-
Untuk distribusi frekuensi
Mo = b + p (b1/(b1+b2))
.b =
batas bawah kelas modus (kelas dengan frekuensi terbanyak), p = panjang kelas,
b1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi sebelumnya, sedang b2
dengan sesudahnya
|
Batas kelas
|
Frekuensi
|
|
30,5 – 40,5
|
2
|
|
40,5 - 50,5
|
3
|
|
50,5 - 60,5
|
5
|
|
60,5 - 70,5
|
14
|
|
70,5 – 80,5
|
24
|
|
80,5 – 90,5
|
20
|
|
90,5 – 100,5
|
12
|
Mo =
70,5 + (10) (10/(10+4)) = 77,64
6.1. Median (Me)
-
Nilai pertengahan atau rata-rata dua nilai pertengahan
setelah datanya diurutkan
-
Suatu
nilai yg membatasi 50% frekuensi distribusi bagian atas dan 50 % bagian bawah, dgn rumus :
Me = bMe +
p ((0,5 n – F) / fMed
)
bMe= batas bawah kelas median (frekuensi komulatif sudah mencapai minimal 50
%) ; n = total frek.; F = jumlah frek. Sebelum kelas median; fMe = frekuensi kelas median
Untuk data pada contoh modus
Me = 70,5 + 10 ((40 – 24) / 24) = 77,17
|
Batas kelas
|
Frekuensi
|
|
10,5 – 20,5
|
3
|
|
20,5 – 30,5
|
6
|
|
30,5 – 40,5
|
11
|
|
40,5 - 50,5
|
15
|
|
50,5 – 60,5
|
25
|
|
60,5 – 70,5
|
18
|
|
70,5 – 80,5
|
10
|
|
80,5 – 90,5
|
7
|
|
90,5 – 100,5
|
5
|
|
Total
|
100
|
Me =
50,5 + 10 (0,5*100 – 35)/25 = 50,5 + 6 = 56,5
6.2. Kuartil
(Ki)
-
Nilai yg membagi sekumpulan data menjadi
4 bagian sama besar
-
Ada 3 buah kuartil : K1, K2 = Me, dan K3
-
25 % data berada di bawah K1; 50 % di
bawah K2, dan 75% berada di bawah K3
-
Letak kuartil ditentukan dgn rumus Ki =
( i (n + 1)/4)
Contoh
:
Data : 75, 82, 66, 57, 97, 64, 56, 92, 94,
86, 52, 60, 70
Setelah
diurutkan:
52, 56,
57, 60, 64, 66, 70, 75, 82, 86, 92, 94, 97
K1 =
(1(13 + 1) / 4) = 14/4 = 3,5 yaitu berada di antara data ketiga dan keempat.
Nilai
K1 = 57 + 0,5 (60 – 57) = 58,5
Letak
K3 = (3(13 + 1) / 4) = 42/4 = 10,5 yaitu berada d
HARGA/NILAI TENGAH
Harga atau nilai tengah memiliki
pengertian ukuran gejala pusat.
Istilah yang perlu dipahami
dalam materi ini ialah ,
Rata-rata
hitung adalah jumlah nilai data dibagi banyaknya data
Rata-rata
tertimbang adalah rata-rata yg memperhitungkan frekuensi tiap-tiap variabel: (Sfi
. xi ) / S fi
Rata-rata gabungan adalah rata-rata dari
beberapa sampel yg berbeda kemudian dijadikan satu : (Sni
.
i) / S ni
dimana nI = banyaknya
sampel masing-masing sampel dan
i =
rata-rata masing-masing sampel.
Rata-rata distribusi
frekuensi
-
Hampir sama dengan menghitung rata-rata
dari distribusi tunggal (rata-rata tertimbang) dengan menggunakan titik tengah
kelas

Rata
– rata ukur
-
Menghitung data yg memiliki perbandingan
berurutan tetap atau hampir tetap
|
No
|
Interval Kelas
|
Titik Tengah Kelas (Xi)
|
Frekuensi
(fi )
|
fi.xi
|
|
1
|
31 – 40
|
35,5
|
1
|
35,5
|
|
2
|
41 – 50
|
45,5
|
2
|
91,0
|
|
3
|
51 – 60
|
55,5
|
5
|
277,5
|
|
4
|
61 – 70
|
65,5
|
15
|
982,5
|
|
5
|
71 – 80
|
75,5
|
25
|
1887,5
|
|
6
|
81 – 90
|
85,5
|
20
|
1710,0
|
|
7
|
91 – 100
|
95,5
|
12
|
1146,0
|
|
|
Jumlah
|
|
80
|
6130,0
|
Modus
-
Untuk menyatakan fenomena yg paling
banyak terjadi atau paling banyak terdapat.
-
Untuk distribusi frekuensi
Mo = b + p (b1/(b1+b2))
.b =
batas bawah kelas modus (kelas dengan frekuensi terbanyak), p = panjang kelas,
b1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi sebelumnya, sedang b2
dengan sesudahnya
|
Batas kelas
|
Frekuensi
|
|
30,5 – 40,5
|
2
|
|
40,5 - 50,5
|
3
|
|
50,5 - 60,5
|
5
|
|
60,5 - 70,5
|
14
|
|
70,5 – 80,5
|
24
|
|
80,5 – 90,5
|
20
|
|
90,5 – 100,5
|
12
|
Mo =
70,5 + (10) (10/(10+4)) = 77,64
6.1. Median (Me)
-
Nilai pertengahan atau rata-rata dua nilai pertengahan
setelah datanya diurutkan
-
Suatu
nilai yg membatasi 50% frekuensi distribusi bagian atas dan 50 % bagian bawah, dgn rumus :
Me = bMe +
p ((0,5 n – F) / fMed
)
bMe= batas bawah kelas median (frekuensi komulatif sudah mencapai minimal 50
%) ; n = total frek.; F = jumlah frek. Sebelum kelas median; fMe = frekuensi kelas median
Untuk data pada contoh modus
Me = 70,5 + 10 ((40 – 24) / 24) = 77,17
|
Batas kelas
|
Frekuensi
|
|
10,5 – 20,5
|
3
|
|
20,5 – 30,5
|
6
|
|
30,5 – 40,5
|
11
|
|
40,5 - 50,5
|
15
|
|
50,5 – 60,5
|
25
|
|
60,5 – 70,5
|
18
|
|
70,5 – 80,5
|
10
|
|
80,5 – 90,5
|
7
|
|
90,5 – 100,5
|
5
|
|
Total
|
100
|
Me =
50,5 + 10 (0,5*100 – 35)/25 = 50,5 + 6 = 56,5
6.2. Kuartil
(Ki)
-
Nilai yg membagi sekumpulan data menjadi
4 bagian sama besar
-
Ada 3 buah kuartil : K1, K2 = Me, dan K3
-
25 % data berada di bawah K1; 50 % di
bawah K2, dan 75% berada di bawah K3
-
Letak kuartil ditentukan dgn rumus Ki =
( i (n + 1)/4)
Contoh
:
Data : 75, 82, 66, 57, 97, 64, 56, 92, 94,
86, 52, 60, 70
Setelah
diurutkan:
52, 56,
57, 60, 64, 66, 70, 75, 82, 86, 92, 94, 97
K1 =
(1(13 + 1) / 4) = 14/4 = 3,5 yaitu berada di antara data ketiga dan keempat.
Nilai
K1 = 57 + 0,5 (60 – 57) = 58,5
Letak
K3 = (3(13 + 1) / 4) = 42/4 = 10,5 yaitu berada di antara data ke 10 dan 11,
Nilai K3 = 89
Data
contoh Modus
K1 = bK1+
p(0,25*n – F) / fK1
K1 =
40,5 + 10 (0,25 *100 – 20) / 15 = 40,5 + 3,33 = 43,53
K3 = bK3+
p(0,75*n – F) / fK3
K3 =
60,5 + 10 (0,75*100 – 60) / 18 = 60,5 + 8,33 = 68,83
6.3. Desil
·
D3 = bD3+ p(0,3*n – F) / fD3
D3 = 40,5
+10(0,3*100-20)/15 = 40,5 +6,67 = 47,167
·
D7 = bD7+ p(0,3*n – F) / fD7
D7 =
60,5 + 10(0,7*100 – 60)/18 = 60,5+5,56 =66,06i antara data ke 10 dan 11,
Nilai K3 = 89
Data
contoh Modus
K1 = bK1+
p(0,25*n – F) / fK1
K1 =
40,5 + 10 (0,25 *100 – 20) / 15 = 40,5 + 3,33 = 43,53
K3 = bK3+
p(0,75*n – F) / fK3
K3 =
60,5 + 10 (0,75*100 – 60) / 18 = 60,5 + 8,33 = 68,83
6.3. Desil
·
D3 = bD3+ p(0,3*n – F) / fD3
D3 = 40,5
+10(0,3*100-20)/15 = 40,5 +6,67 = 47,167
·
D7 = bD7+ p(0,3*n – F) / fD7
D7 =
60,5 + 10(0,7*100 – 60)/18 = 60,5+5,56 =66,06
Writed by : Dr. Ir. Lestari Ujianto M.Sc.
Komentar
Posting Komentar